Setelah dua tahun tahta uskup kosong paska pengunduran diri Mgr. Julianus Sunarka, SJ akhirnya umat Keuskupan Purwokerto mempunyai seorang uskup baru. Mgr. Christophorus Tri Harsono yang sebelumnya menjabat sebagai Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor terpilih menjadi Uskup Keuskupan Purwokerto. Perhelatan agung pun dilaksanakan pada Hari Selasa, 16 Oktober 2018 di Auditorium Widyatama Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto. Sebanyak 5000 umat dari berbagai paroki hadir untuk menyaksikan pentahbisan uskup baru.  Umat Pekalongan sendiri hadir sebanyak kurang lebih 200 orang. Mgr. Robertus Rubiyatmoko Uskup Keuskupan Agung Semarang hadir sebagai pentahbis dan Nuncio Pierro Piopo Duta Besar Vatikan untuk Indonesia juga hadir bersama 35 uskup lainnya. 

Di tengah meriahnya acara pentahbisan ada sosok yang tidak kalah pentingnya, yakni petugas pemegang buku yang hendak dibacakan oleh Mgr. Rubi. Salah satunya yaitu Frater Juhas Irawan, frater yang pernah mengenyam Tahun Orientasi Pastoral di Paroki Pekalongan di tahun 2016-2017. Dalam Misa Tahbisan, selama bermenit-menit ia harus berlutut di

samping Mgr. Rubi sambil mengangkat buku panduan yang dibacakan oleh Monseiyur. “Saya bahagia bisa ikut terlibat dalam tahbisan uskup, bisa jadi bagian dari sejarah keuskupan. Dan karena duduknya dekat, jadi bisa melihat acara secara detail dan lengkap,” kata Frater Juhas saat ditanya bagaimana perasaannya mendapat tugas tersebut. Frater Juhas juga menyebutkan persiapan untuk menjadi petugas pembawa buku uskup selama kurang lebih satu bulan. “Waktu acara (tahbisan) saat berlutut lama sih gak masalah, tapi tangannya yang pegal,”kata Frater Juhas.    


Dalam acara Pentahbisan Uskup Mgr. Tri Harsono berlangsung secara meriah namun tetap kidmat ini dihadiri tokoh masyarakat, seperti Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi, Ketua Basolia Bogor KH. Zaenal Abidin, Bupati Banyumas KH.  Achmad Husain, serta beberapa wakil organisasi keagamaan.  “Acara ini sangat baik, sangat terbuka untuk semua kalangan. Saya lihat semua komponen masyarakat dari semua agama terlibat dalam acara ini, hal itu sangat baik untuk kerjasama gereja katolik dengan lembaga-lembaga lain ke depannya,”kata Eusabius Binsasi. 

 

Penulis: Ahta Prayinda