Menjelang Natal dan akhir tahun 2017, pemerintah Kota Pekalongan atas nama Badan Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) mengadakan pelatihan bagi orang muda lintas agama yang ada di Kota Pekalongan. Walaupun pada kenyataannya tidak hanya orang muda yang menjadi peserta namun ada juga beberapa orang yang sudah berkeluarga bahkan lansia mengikuti pelatihan tersebut.Sejak hari Senin hingga Selasa, 11-12 Desember 2017 dengan pembicara Prof. Dr. Muhammad Saefuloh salah satu dari Tim WMC (Wali Songo Mediation Centre) pelatihan diadakan di Hotel Horison Pekalongan. Beberapa perwakilan dari organisasi keagamaan serta sekolah tinggi antara lain: dua OMK Santo Petrus Pekalongan Ahta dan Richard, perwakilan dari Makin, GKJ dan GKI, Ibnu, STMIK, Fatayat, Anshor, Kokam, dan BKSOKP.

Selama dua hari dua malam para peserta pelatihan mengikuti seminar Mediasi Penanganan Masalah Strategis Yang Berdampak Politis. Dalam seminar itu juga ada permainan yang mendukung topik dari pelatihan tersebut, yaitu: “Pendidikan Multikurturalisme: Menjadikan Kebhinnekaan Menjadi Kekuatan Bangsa”. Peserta yang berasal dari perwakilan berbagai kelompok organisasi keagamaan dijadikan satu untuk menjadi duta perdamaian. Materi mengenai pengenalan dan pengenalan konflik serta kasus kami pelajari bersama. Bapak Saefuloh memberikan pemahaman bagaimana kami harus mengatasi konflik yang mengarah kepada mediasi atau musyawarah, dengan meminimalisir prasangka serta pikiran negatif yang menambah konflik. Hal ini diajarkan agar kami mengerti bahwa setiap permasalahan dengan siapapun harus berakhir dengan damai.

Diharapkan dari kegiatan ini menjadi tujuan untuk melatih peserta agar menularkan virus positif yang sudah diajarkan, kepada orang lain. Mengingat beberapa waktu yang lalu kebhinekaan Indonesia terancam, entah karena faktor politis maupun yang lain.