Pekalongan, Tanggal 20 September 2017 Gereja Katolik St Petrus Pekalongan mengadakan perayaan misa suro. Perayaan misa suro ini diberi tema "sepi ing pamrih, rame ing gawe". Umat yang hadir sebagian menggunakan busana Jawa. Misa suro ini pimpin oleh Romo Ngarlan, Romo Martinus Maryoto, dan Romo Suranto. Misa ini diramaikan juga oleh punokawan. Mereka memberikan obrolan santai sebagai pengganti kotbah yang mengarah ke tema misa.

Menurut Romo Martinus Ngarlan Pr, Misa Suro dilaksanakan untuk melestarikan budaya Jawa. Dimana, melalui budaya Jawa dimaksud sebagai sarana untuk mengimani Tuhan secara kristiani.

"Melalui budaya Jawa untuk selalu meningkatkan keimanan kepada Tuhan. Itu karena Tuhan telah menciptakan semua budaya, dan kita jadikan sebagai sarana menyembah-Nya," 

Dikatakan, misa sendiri mengambil tema Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe . Itu dikandung maksud, mengajak umat Katolik untuk mengikis korupsi yang belakangan sedang marak terjadi. Kemudian, mengajak bekerja untuk melayani, dan tidak mencari pamrih.

"Bekerja-bekerja untuk kemuliaan Tuhan, lalu mengabdi sesama untuk memberi pelayanan. Artinya, bekerja yang banyak tidak usah berharap sesuatu upah. Jika kita tulus bekerja, otomatis Tuhan akan memberikan yang terbaik,"

Acara ini di akhiri dengan ramah tamah bersama.